
Semarang – Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Fakultas Bahasa dan Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, dengan anggota Vicky Verry Angga, S.S., M.Hum. (ketua tim peneliti), Novita Al Ihyak Dieni, S.Pd., M.Pd., Eni Purwanti, S.Pd., M.Pd., dan Dra. Endah Dwi Hayati, M.Pd., telah melakukan penelitian mengenai peran organisasi perempuan Puanhayati Jawa Tengah dalam pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan peran organisasi tersebut dalam menjaga warisan budaya leluhur yang menjadi identitas bangsa.
Organisasi perempuan memiliki kontribusi besar dalam masyarakat, termasuk dalam pelestarian budaya lokal. Puanhayati Jawa Tengah merupakan salah satu organisasi perempuan yang aktif dalam menjaga nilai-nilai budaya melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan membatik, pentas seni, serta diskusi budaya. Melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tim peneliti menyoroti dampak signifikan yang dihasilkan oleh organisasi ini dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Menurut hasil penelitian, Puanhayati Jawa Tengah telah membuktikan eksistensinya sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan penghayat. Peran mereka tidak terbatas pada kegiatan kebudayaan, tetapi juga mencakup advokasi hak-hak perempuan penghayat agar mendapatkan pengakuan yang lebih luas dalam masyarakat. Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi laki-laki dalam organisasi penghayat dan stigma terhadap perempuan penghayat, Puanhayati tetap berkembang dengan memperluas jaringan dan program pemberdayaan.
Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk semakin memperkuat peran Puanhayati dalam pelestarian budaya. Beberapa di antaranya adalah penguatan program pendidikan dan pelatihan berbasis budaya, peningkatan kerja sama dengan pihak eksternal seperti pemerintah dan akademisi, serta pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan advokasi dan promosi kegiatan budaya. Selain itu, advokasi kebijakan publik yang lebih kuat serta pengembangan UMKM berbasis budaya juga menjadi saran utama guna meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan penghayat.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam pelestarian budaya melalui organisasi perempuan. Pada masa depan, penelitian serupa dapat diperluas dengan melibatkan organisasi perempuan lain di berbagai daerah agar semakin banyak budaya lokal yang terjaga dan perempuan penghayat yang berdaya secara ekonomi serta sosial. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang berkomitmen untuk terus mendukung penelitian-penelitian yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya bangsa.
