Penelitian Dosen FBB Untag Semarang Ungkap Dampak Kecemasan terhadap Performa Membaca Mahasiswa

Praktek membaca di mata kuliah Bahasa Inggris mahasiswa FEB

Semarang-Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang mengungkap dampak signifikan kecemasan terhadap performa membaca mahasiswa dalam kelas bahasa Inggris. Studi yang berjudul “Pengaruh Kecemasan terhadap Performa Membaca Mahasiswa dalam Kelas Bahasa Inggris” ini meneliti bagaimana kecemasan mempengaruhi pemahaman dan kelancaran membaca teks berbahasa Inggris.

Diketuai oleh Dr. Steffie Mega Mahardhika, M.A., M.Pd., bersama dengan Kristin Marwinda, S.S., M.S., penelitian ini melibatkan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang bukan penutur asli bahasa Inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif, termasuk kuesioner berdasarkan Foreign Language Reading Anxiety Scale (FLRAS), untuk menilai tingkat kecemasan mahasiswa dan pengaruhnya terhadap kemampuan membaca mereka.

Proses Pembelajaran Mahasiswa FEB dalam Kelas
Proses Pembelajaran Mahasiswa FEB dalam Kelas

Temuan Utama

Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa yang mengalami tingkat kecemasan tinggi saat membaca dalam bahasa Inggris sering menghadapi kesulitan dalam pelafalan, intonasi, dan pemahaman keseluruhan. Banyak peserta yang merasa gugup dan takut melakukan kesalahan, yang menyebabkan keraguan dan kurangnya kepercayaan diri dalam kemampuan membaca mereka.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kecemasan membaca adalah:

  • Kesulitan dalam memahami kosakata – Mahasiswa merasa kewalahan dengan kata-kata yang tidak familiar, sehingga sulit memahami makna teks.
  • Takut salah pengucapan – Banyak mahasiswa khawatir melakukan kesalahan dalam pelafalan, terutama saat membaca keras di depan teman-teman mereka.
  • Tekanan untuk memahami ide pokok dengan cepat – Mahasiswa merasa cemas jika mereka kesulitan mengidentifikasi poin utama dalam teks, yang berdampak pada pemahaman keseluruhan.
  • Ketergantungan pada kamus – Studi menemukan bahwa hampir 50% mahasiswa sangat bergantung pada kamus, dan larangan penggunaannya dalam ujian meningkatkan kecemasan mereka.

Implikasi bagi Pengajaran dan Pembelajaran

Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya bagi para pendidik untuk menerapkan strategi yang dapat mengurangi kecemasan membaca di dalam kelas. Para peneliti menyarankan agar lingkungan belajar lebih mendukung, di mana mahasiswa merasa nyaman untuk berlatih membaca tanpa takut dihakimi. Selain itu, mereka merekomendasikan integrasi teknik relaksasi, latihan membaca bertahap, dan metode pengajaran yang lebih menarik untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa.

Dr. Mahardhika menekankan pentingnya mengatasi kecemasan membaca dalam pembelajaran bahasa: “Mengurangi kecemasan pada mahasiswa dapat secara signifikan meningkatkan performa membaca mereka. Pengajar harus fokus pada membuat latihan membaca menjadi lebih interaktif dan tidak menekan.”

Penelitian Lanjutan dan Rekomendasi

Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut, termasuk pengembangan metode pengajaran yang efektif untuk mengatasi kecemasan membaca. Studi mendatang dapat mengeksplorasi penggunaan latihan pra-membaca, strategi dukungan teman sebaya, dan dampak teknologi dalam mengurangi kecemasan berbahasa.

Dengan meningkatnya kebutuhan global akan penguasaan bahasa Inggris, mengatasi kecemasan membaca menjadi sangat penting bagi keberhasilan akademik dan kesiapan karier mahasiswa. Studi ini menjadi sumber berharga bagi pendidik dan pembuat kebijakan yang ingin meningkatkan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia dan di luar negeri.

Bagikan Informasi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top